Apakah Berbam termasuk Sunnah?

Bismillah …

Ada beberapa tradisi yang menyebutkan motivasi untuk bekam. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Dari Sa & # bin; bin Jubair, dari Ibn Abbas –radhiyallahu’anhum-, dari Nabi shallallahu & # 39; alaihi wasallam,

الشِّفَاءُ فِي ثَلاثَةٍ شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنِ

Penyembuhan ada dalam tiga hal: minum madu, sayatan pisau bekam, dan terapi besi panas (Kay). Tapi saya melarang orang saya melakukan Kay. (HR. Bukhori)

Dia juga berkata,

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ

"Sebenarnya metode perawatan yang paling ideal untuk Anda adalah hijaamah (bekam) dan al-fashdu (venesection)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam narasi lain, dari Ibnu Abbas, sebenarnya setiap kali Nabi shallallahu & # 39; alaihi wasallam melewati sekelompok malaikat pada saat mi, raj, malaikat selalu mengatakan, "Kamu harus terbiasa melakukan al-hijaamah."

Dia juga berkata, "Gabriel mengatakan kepada saya bahwa Hijaamah adalah pengobatan yang paling bermanfaat bagi manusia".

Mempertimbangkan banyak hadis yang mengandung motivasi untuk menggarap, mungkinkah perlakuan ini disebut praktik Sunah?

Konsekuensi dari kesimpulan "bekam adalah sunnah" adalah bahwa orang-orang yang berpakaian pantas mendapatkan jasa, jangan lakukan itu tidak bersalah ".

Antara Mubah dan Sunnah

Para ulama berbeda:

– Beberapa mengklaim sunah jika diperlukan. Sehingga bekam bukan hanya kegiatan medis, tetapi juga digolongkan sebagai kegiatan ibadah. Pendapat ini dipegang oleh Sheikh Abu Ishaq Al Huwaini.

– Ada yang mengklaim bahwa itu bukan praktik Sunnah, tetapi hanya aktivitas mubah. Karena bekam bukanlah masalah ibadah, tetapi murni kasus non-ibadah / duniawi. Sarjana yang memilih pendapat ini, termasuk Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syekh Abdul Muhsin Al-Badr, Syekh Shalih Al-Fauzan, Abdul Aziz bin Abdullah Ar Rajihi, Syekh Abdurrahman bin Nashir al Barrak. (1)

Opini Rajin

Pendapat yang benar –wallahua showab bus bus– adalah pendapat kedua, yang menyatakan bahwa berbekam adalah aktivitas mubah bukan aktivitas ibadah / sunnah.

Ini karena motivasi yang ingin diwujudkan dalam tradisi di atas, adalah irsyadi (pesan direktif), bukan pesan perintah yang mengandung nilai ibadah. Kita dapat menilai irsyadi, karena manfaat dari pesan tersebut adalah manfaat murni duniawi, yaitu penyembuhan penyakit, bukan manfaat dari ukhrawi dalam bentuk imbalan hadiah.

Untuk menjadi Ibadah

Mengingat berbekam adalah kasus mubah, maka aturan hukum mubah berlaku. Di antara mereka, praktik mubah dapat berubah menjadi praktik ibadah yang memuaskan, karena niat.

Sheikh Prof. Dr. Sulaiman Al Ruhaili –hafidzohullah– berikan penjelasan,

وأما هي ليست أمر العبادة والأمر الوارد فيها هي أمر الإرشاد, ومعنى أمر الإرشاد أن مصلحة فيها دنيوية وليست تعبدية, إذا الحجامة من حيث هي ليست عبادة والمصلحة فيها دنيوية; صحة الجسد

"Berbekam tidak diklasifikasikan sebagai masalah ibadah. Perintah yang terkandung dalam hadis, adalah pesan Ershadi. Yang dimaksud dengan pesan Irsyadi: manfaat yang terkandung adalah manfaat duniawi, bukan manfaat dalam bentuk ibadah. Maka berbekam yang asli, adalah masalah tidak beribadah. Karena manfaat yang terkandung di dalamnya adalah manfaat duniawi, dalam bentuk penyembuhan. "(2)

لكن يمكن أن يتقرب بها العبد بوجهين: الوجه الأول تصديق الملائكة وتصديق النبي صلى الله عليه وسلم في نفعها والوجه الثاني أن يتنشط بها للعبادة لأن الحجامة مما يتنشط بها الإنسان, إذا نوى الإنسان بفعل العادي أن يتنشط بها للعبادة فإنه يؤجر على هذا

"Tetapi bisa beribadah layak melalui dua sisi berikut:

1. Membenarkan pesan malaikat dan nabi shallallahu & # 39; alaihi wasallam tentang kegunaannya.

2. Berenergi secara fisik dalam melakukan ibadah. Jika seorang pria berniat mempraktikkan mubah untuk memperkuat perilaku ibadah fisiknya, maka itu sepadan dengan hadiahnya. "(3)

Pameran bus Wallahua …
_______ Albania

1. Lebih jauh tentang penjelasan terperinci dari pendapat masing-masing ulama di atas, pembaca dapat membaca dalam tulisan sahabat kami Ust Dr. Raehanul Bahraen di sini:
https://muslimafiyah.com/perselisihan-ulama-apakah-bekam-itu-sunnah-atau-mubah.html

2 & 3. Penjelasannya dapat dilihat di sini: https://youtu.be/sbnAM5Qloy4

Tayangan bus Wallahua.

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori
(Alumni Universitas Islam Madinah, Dosen di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Ask Ustadz untuk Android. Unduh sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATURE.

  • AKUN DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. JARINGAN YUASAN YUFID
  • DONASI KONFIRMASI hubungi: 087-738-394-989

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here