Bingung, Apa yang kamu lakukan di rumah?

Hari-hari ini, tidak sedikit orang dilanda kejenuhan, karena mereka harus tinggal di rumah. Meskipun ini sebenarnya dilakukan untuk kebaikannya sendiri. Dan itu, insya Allah, hanya untuk sementara waktu.

Seorang mukmin tidak perlu bosan dengan kondisi ini. Karena memiliki segudang kegiatan alternatif positif.

Contohnya adalah apa yang terkandung dalam hadits berikut:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رضي الله عنه قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ مَا النَّجَاةُ؟ Ulasan: امْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ ، وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ.

Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu‘ alayhi wa sallam, "Wahai Rasulullah, bagaimana jalan keselamatan?"

Dia menjawab, "Jagalah kata-katamu. Tetaplah di rumahmu. Menangislah karena dosamu". (HR. Tirmidzi dan dia menyatakan hadits ini hasan)

Pesan singkat dan ringkas. Sangat penting bagi kita untuk merenung dan berlatih. Terutama di masa-masa sulit seperti sekarang.

Ada tiga pesan Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam:

Pertama: Tetap Lisan

Hindari kata-kata yang memprotes atau tidak menerima keberadaan Covid-19. Karena yang menimpa wabah ini adalah Allah yang Maha Bijaksana. Lebih baik menggunakan pidato lisan untuk berdzikir, berdoa dan membaca Alquran. Juga mendidik keluarga.

Juga berhati-hatilah dalam mengambil cerita atau berbagi berita yang belum jelas. Banyak info berseliweran di media sosial hari ini. Jangan biarkan kami memainkan peran aktif dalam menyebarkan tipuan. Apalagi hal itu menimbulkan banyak kepanikan.

Kedua: Tetap di rumah

Mengisolasi diri sendiri di rumah sekarang adalah sikap terbaik. Dalam konteks upaya melindungi diri dari infeksi atau menginfeksi orang lain. Agar tidak membahayakan diri sendiri atau merugikan orang lain.

Ketiga: Menangis karena dosa

Kesibukan rata-rata orang saat ini berkurang secara drastis. Diam adalah waktu yang tepat untuk berefleksi. Waspadai tumpukan dosa yang menjulang tinggi. Kemudian menyesal sambil menangisi dosa-dosa ini.

Apalagi bencana itu disebabkan oleh dosa manusia. Jadi cara untuk mengakhirinya adalah dengan bertobat kepada Allah Ta'ala. Hal ini dinyatakan oleh al-Abbas bin Abdul Mutthalib radhiyallahu ‘anhu. Pamanda Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam.

Masih bingung di rumah apa yang harus dilakukan?

Tunas Ilmu Boarding, Kedungwuluh, Purbalingga

Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Unduh sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATURE.

  • AKUN DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. JARINGAN YUASAN YUFID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here