Corona Apakah penyakit itu menular dengan sendirinya?

Makalah ini adalah penjelasan bahwa penyakit ini menular dengan izin Tuhan.

Dunia dihantui oleh penyebaran Corona, ekonomi dunia yang runtuh, pariwisata yang jatuh, politik yang tidak stabil, kepanikan di mana-mana.

Pernahkah Anda berpikir, Corona benar-benar pantas disapa sedemikian rupa?

Apakah kita perlu panik seperti yang dilakukan sebagian orang? Bahan makanan Borong, takut salat Jumat, takut berjabat tangan, takut bepergian, dan takut akan ketakutan lain.

Semoga dengan membaca hadits berikut ini Anda bisa menjawab berbagai pertanyaan di atas:

Suatu hari Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam berkata:

لاَ عَدْوَى وَلاَ صَفَرَ وَلاَ هَامَةَ

"Tidak ada penularan penyakit, juga tidak ada nasib buruk di bulan Sofar, juga tidak ada jiwa hantu." (Muttafaqun ‘alaih)

Spontan seorang Arab Badui berkata: "Wahai Rasulullah, lalu mengapa unta-untaku awalnya ketika di tempat terbuka seperti rusa (kulit cantik bersih lalu) ketika kedatangan unta kudis di tengah-tengah mereka, tidak peduli berapa lama unta unta saya terpengaruh juga?

Menanggapi pertanyaan ini, diaHallallahu ‘alayhi wa sallam berkata:

فَمَنْ أَعْدَى الأَوَّلَ

"Menurutmu siapa yang menularkan penyakit kudis ke unta pertama yang najis?" (Muttafaqun ‘alaih)

Ya, siapa yang menyebabkan unta pertama mendapatkan kudis? Tentu saja jawabannya adalah: itu terjadi oleh kekuatan Tuhan, dan Corona, orang pertama dengan Corona karena Tuhan menginginkannya, demikian juga yang kedua, ketiga dan seterusnya.

Karena itu, berperilaku baik, menjalani hidup yang sehat, mengonsumsi makanan halal, menjauh dari dosa, berlipat ganda meminta pengampunan dari Allah Ta'ala dan selalu melindungi Dia dari berbagai penyakit dan epidemi yang Anda khawatirkan:

اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ وَالأَدْوَاءِ

"Ya Allah, jauhkan aku dari moral, perbuatan. Nafsu, dan penyakit buruk." (SDM. At-Tirmidzi)

Semoga Allah selalu menjaga kita semua dari wabah dan menegaskan kita di atas iman sampai mati.

Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Ask Ustadz untuk Android.
Unduh sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATURE.

  • AKUN DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. JARINGAN YUASAN YUFID
  • DONASI KONFIRMASI hubungi: 087-738-394-989

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here