Hukum Doa Menggunakan Jilbab

Ust, apakah benar seorang wanita yang mengenakan kerudung saat dia berdoa harus melepas kerudungnya? Karena saya pernah mendengar seseorang berkata bahwa …
Pencerahan Mhn Ust …
Matur Suwun.

Menjawab:

Bismillah walhamdulillah adalah sholaatu wassalam "du Rasulillah wa ba".

Doa mengenakan jilbab untuk wanita, hukum makruh. Tidak sampai tingkat haram atau membatalkan sholat.

Imam Al-Buhuti di Kassyaf Al-Qona menjelaskan,

ويكره أن تصلي في نقاب وبرقع بلا حاجة.

Makruh untuk wanita, berdoa mengenakan niqob (kerudung) dan burqo tanpa perlu. (Dikutip dari: islamweb.net)

Demikian juga pernyataan dari Al-Kholil (salah satu ulama senior di Sekolah Maliki) di Al-Majmu & # 39 ;, ia mengklasifikasikan di antara hal-hal yang ditegaskan selama sholat adalah, memakai niqob atau kerudung. (Lihat: Jauharul Iklil Syarah Mukhtashor Al – Kholil 1/60).

Artikel terkait:

Hukum Doa Menggunakan Masker

Dalam Al – Majmu & # 39 ;, Imam Nawawi rahimahullah jelaskan, bahwa makna makruh dalam hal ini adalah makruh tanzih, bukan makruh tahrim,

أنها كراهة تنزيهية لا تمنع صحة الصلاة

Arti makruh bagi wanita dalam sholat berjilbab, adalah makruh tanzih, bukan untuk menghalangi validitas sholat. (Dikutip dari: islamweb.net)

Makruh tanzih adalah makruh yang kita tahu. Itu adalah hukum yang akibatnya jika dilakukan tidak berdosa, jika dibiarkan karena Allah diberi ganjaran.

Makruh tahrim adalah, makruh yang artinya haram. Atau hukum haram yang kita tahu. Menjadi berdosa, ditinggalkan karena Allah diberi ganjaran.

Jadi jika Anda mengatakan Anda harus melepas kerudung saat berdoa, itu tidak tepat. Karena hukum makruh yang sebanding adalah mustahab / sunnah, tidak wajib. Jika sholat untuk mengenakan jilbab bagi wanita adalah makruh, maka lepaskanlah saat salat itu sah.

Lalu, hukum yang makruh, bisa berubah menjadi diizinkan (diizinkan), saat ada kebutuhan.

Dijelaskan dalam Manzumah Ushul Fiqh (komposisi ayat-ayat ayat tentang ilmu Usul Fiqh) oleh Ibn ‘Utsaimin rahimahullah,

وكلُّ ممنوعٍ فللضرورةِ *** يباحُ والمكروهُ عند الحاجةِ

Segala sesuatu yang melanggar hukum, menjadi diizinkan selama keadaan darurat.
Adapun makruh, itu berubah ketika kondisi diperlukan (hajat).

Karena itu, seorang Muslim berjilbab mungkin masih mengenakan jilbabnya ketika berdoa, ketika dia membutuhkannya. Seperti, ketika dia shalat di masjid tidak ada tirai antara tempat pria dan wanita. Lalu ada pria yang tidak bisa melihat mahram.

Kesimpulan ini sejalan dengan informasi dari Ibnu Abdil Bar rahimahullah,

أجمعوا على أن على المرأة أن تكشف وجهها في الصلاة والإحرام ولأن ستر الوجه يخل بمباشرة المصلي بالجبهة والأنف ويغطي الفم, وقد نهى النبي صلى الله عليه وسلم الرجل عنه, فإن كان لحاجة كحضور أجانب فلا كراهة

Para ulama sepakat bahwa bagi wanita diperintahkan untuk membuka penutup wajah ketika berdoa dan ihram. Karena menutup wajah bisa mencegah sentuhan dahi dan hidung dengan sujud, serta menutupi mulut. Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) tidak pernah melarang sahabatnya yang berdoa dengan menutupi mulutnya. Adapun jika diperlukan, seperti keberadaan pria yang bukan mahram, maka itu tidak diharapkan.
(Dikutip dari: Al Mausi'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah 41/135)

Tayangan bus Wallahua.

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori
(Alumni Universitas Islam Madinah, Dosen di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Ask Ustadz untuk Android. Unduh sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATURE.

  • AKUN DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. JARINGAN YUASAN YUFID
  • DONASI KONFIRMASI hubungi: 087-738-394-989

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here