Hukum Shalat Mengqadha Sunnah Setelah Fajar

Salam bagimu, dan rahmat dan rahmat Allah,

Bismillah

Afwan ustadz Ana Imam dari bambanglipuro ingin bertanya ustadz, apakah 2 raka di shalat Subuh dilakukan setelah sholat subuh berjamaah apakah itu diizinkan? untuk mendapatkan kebajikan memperoleh pahala dunia dan segala isinya.
Karena terlambat melakukannya

Syukran jazakallah khairan ustadz

Dari Imam di Bantul.

Menjawab:

Wa alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillah walhamdulillah adalah sholaatu wassalam "du Rasulillah wa ba".

Para ulama menekankan bahwa ketika iqomat telah diucapkan, kita harus membatalkan shalat sunnah dan kemudian buru-buru mengikuti imam untuk melakukan shalat Fardhu. Kesimpulan ini didasarkan pada hadis Nabi shallallahu & # 39; alaihi wasallam,

إذا أقيمت الصلاة فلا صلاة إلا المكتوبة

Jika iqomat telah diumumkan, tidak ada doa kecuali untuk shalat wajib. (SDM. Muslim)

Sheikh Abdul Aziz bin Baz –rahimahullah– jelaskan arti dari hadits ini,

إذا شرع المؤذن في الإقامة فإن الذي يصلي يقطع صلاته النافلة سواء كانت راتبة أو تحية المسجد يقطعها ويشتغل بالاستعداد للدخول في الفريضة, وليس له الدخول في الصلاة بعد ما أقيمت الصلاة, بل يقطع الصلاة التي هو فيها ويمتنع من الدخول في صلاة جديدة; لأن الفريضة أهم ، هذا هو معنى هذا الحديث الصحيح في أصح قولي العلماء.

"Ini berarti bahwa jika Muazin telah menaikkan iqomat, maka siapa pun yang masih shalat, dia harus membatalkan shalat sunnah yang dia lakukan. Entah shalat rawatibat atau tahiyyatul masjid. Batalkan dan kemudian bersiap untuk memasuki shalat wajib. Tidak dapat melanjutkan sholat sunnah setelah iqomat digemakan. Tepatnya dia membatalkan sholat sunnah yang dia lakukan. Dan mungkin juga tidak memulai shalat baru. Karena shalat wajib lebih penting. Ini adalah pemahaman yang benar dari hadits ini, berdasarkan salah satu dari dua pendapat ulama dalam hal ini. "
(Dikutip dari halaman resminya https://binbaz.org.sa/fatwas/19950)

Jika meninggalkan shalat sunnah, Fajar adalah diqodho segera setelah shalat?

Ada dua pendapat ulama dalam hal ini:

[1] dapat dilakukan segera setelah sholat subuh. Pendapat ini dipegang oleh Imam Syafi'i dan Imam Ahmad dalam salah satu narasinya.

[2] harus menunggu sampai waktu matahari terbit / syuruq. Pendapat ini dipegang oleh Sekolah Hanafi.

Pendapat benar (rajin) Insya Allah, pendapat pertama. Jadi kita bisa segera melakukan qodo setelah sholat subuh. Tidak perlu menunggu matahari terbit. Bahkan jika ia menunda sampai matahari terbit, itu lebih benar.

Dasarnya adalah hadits Qois bin Fahd radhiyallahu’anhkamu, dia bilang, "

رآني رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا أصلي ركعتي الفجر بعد صلاة الفجر, فقال: "ما هاتان الركعتان ياق قلت: يا رسول الله, لم أكن صليت ركعتي الفجر, فهما هاتان

Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam telah melihat saya berdoa dua rakaat sunnah pada subuh setelah sholat subuh. Lalu dia bertanya kepada saya, "Apakah dua rak ini, Qois?"

"Aku belum melakukan shalat sunnah dua rakasa subuh, wahai Rasulullah. Sebaliknya, dua rakasa ini." Jawab Qois. (HR Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Imam Ibn Qudamah rahimahullah jelaskan hadits di atas,

وسكوت النبي صلى الله عليه وسلم يدل على الجواز ، ولأن النبي صلى الله عليه وسلم قضى سنة الظهر بعد ف ذ

Diamlah Nabi shallallahu & # 39; alaihi wasallam (tidak dilarang), pertunjukan diizinkan. Karena Nabi shallallahu & # 39; alaihi wasallam juga pernah bertanya doa Sunnah Rawatib Dhuhur setelah Ashar. Acara ini memiliki satu makna. (Al-Mughni 1/757, dikutip dari Ihda & # 39; Diibaajah bi Syarhi Sunan Ibnu Majah 2/7)

Ibn Baz –rahimahullah– juga menjelaskan,

يصلي الراتبة بعد الصلاة ، وإن شاء أخرها إلى ارتفاع الشمس ، كل هذا جاءت به السنة ، والأفضل تأخيرها

Jika Anda melewatkan Sholat Sunnah tepat waktu, silakan lakukan setelah sholat subuh. Atau jika Anda menunda sampai matahari terbit, Anda dapat melakukannya. Semua ini sesuai dengan ajaran Nabi. Tetapi akan lebih baik jika ditunda sampai matahari terbit.
(Dikutip dari halaman resminya: https://binbaz.org.sa/fatwas/4910)

Tayangan bus Wallahua.

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori
(Alumni Universitas Islam Madinah, Dosen di PP Hamalatul Qur'an Yogyakarta)

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Ask Ustadz untuk Android. Unduh sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATURE.

  • AKUN DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. JARINGAN YUASAN YUFID
  • DONASI KONFIRMASI hubungi: 087-738-394-989

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here