Lawes Goes Home Tanpa Memberi Berita kepada Istri Kejutan

Jika Anda memberi kejutan kepada istri Anda dengan pulang, jangan Anda katakan lebih dulu atau tidak?

Dari: Abdul Basith, di bumi Dewa.

Menjawab:

Bismillah wal hamdulillah adalah sholaatu adalah salaam ‘ala Rasulillah, wa ba & # 39; du.

Dari Jabir ia berkata, Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wasallam berkata:

إِذَا قَدِمَ أَحَدُكُمْ لَيْلًا فَلَا يَأْتِيَنَّ أَهْلَهُ طُرُوقًا حَتَّى تَسْتَحِدَّ الْمُغِيبَِثَََََََََََََََََََََُّ

Jika salah satu dari Anda tiba (dari perjalanan) tidak pulang ke keluarga Anda di tengah malam, sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat bersiap-siap dan menyisir rambut Anda (menyambut Anda). (SDM. Muslim)

Hadits ini berisi larangan pulang untuk menemui istrinya setelah safar, seperti halnya LDR, tanpa memberikan berita sebelumnya. Larangan ini, ditafsirkan makruh oleh para ulama, termasuk:

Imam Tirmidzi rahimahullah.

Dalam Sirmid Tirmidzi ia memberikan gelar untuk sebuah hadis yang bermakna,

باب ما جاء في كراهية طروق الرجل أهله ليلا

Bab: Tentang Makna dari seorang suami yang bertemu istrinya tiba-tiba di malam hari.

Imam Nawawi rahimahullah.

Dia telah menyatakan,

معنى هذه الروايات كلها أنه يكره لمن طال سفره ، أن يقدم على امرأته ليلا بغتة فأما من كان سفرللللي

Arti dari riwayat ini (hadits di atas dan makna yang sama, terpendam), semua menunjukkan arti seseorang yang tidak bertemu istrinya untuk waktu yang lama karena safar, untuk datang tiba-tiba. Sedangkan untuk safari yang tidak lama, istri dapat memperkirakan kedatangan suami bahkan di malam hari, maka tidak apa-apa.

Kenapa Makruh?

Untuk dua alasan berikut (illat):

Pertama, sehingga istri bisa berpakaian sebelum menyambut suaminya.

Teman Jabir, bin Abdillah radhiyallahu’anhu bercerita,

"Kami bersama Nabi dalam pertempuran. Ketika kami tiba di Madinah, kami mempercepat perjalanan untuk pulang. Kemudian Nabi sallallaahu & # 39; alaihi wa sallam berkata,

أَمْهِلُوا حتى نَدْخُلَ لَيْلًا – أَيْ عِشَاءً – كَيْ تَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ ، وَتَسْتَحِدَ الْمُغِبَ

Berjalanlah perlahan-lahan, lalu kita pulang saja malam ini. Sehingga para istri dapat bersiap untuk menyisir rambut mereka dan membersihkan rambut mereka. (HR Bukhori dan Muslim).

Kedua, agar tidak menimbulkan penilaian buruk pada istrinya, karena ia melihat aib yang muncul sejak lama tidak bertemu suaminya.

Dari Jabir bin Abdillah, dia berkata,

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ لَيْلاً يَتَخَوَّنُهمَََِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِِْ

"Rasulullah sallallaahu ‘pengganti wa sallam melarang seseorang datang ke istrinya di malam hari untuk mencari tahu apakah istrinya mengkhianatinya atau untuk mencari kesalahan padanya. "(HR. Muslim)

Al – Hafidz Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan,

يقع الذي يهجم بعد طول الغيبة غالبا ما يكره ، إما أن يجد أهله على غير أهبة من التنظف والتزين المطلب

Setelah lama berpisah, biasanya akan timbul kondisi yang tidak sedap dipandang. Bisa jadi karena sang istri belum siap untuk berbenah atau berdandan. Sehingga hal itu menyebabkan celah di antara keduanya. (Fathul Bari 9/123, dikutip dari Islamqa)

Ini menunjukkan bahwa Islam benar-benar mempertahankan kehormatan manusia dan berjuang untuk segala sesuatu yang dapat membawa harmoni pada kehidupan dan harmoni. Hingga masalah sedetil dan sesederhana ini dijelaskan oleh Islam. Agama yang sangat indah, menyebarkan rahmat ke semua makhluk. Maka bersyukurlah atas bantuan Islam.

Selain itu, ini juga menunjukkan motivasi untuk mengutamakan husnuzon (prasangka baik) untuk sesama Muslim, terutama pasangan. Dan larangan saling curiga antara pasangan asalkan sama-sama komitmen menjalankan hukum Islam.

Teman-teman Mu, awiyah, semoga Allah memberkatinya, menceritakan sebuah kisah yang mengungkapkan pesan yang sangat mengesankan yang dia dengar dari kekasihnya, Rasulullahhallallahu'alaihi wa sallam,

إنك إن اتبعت عورات المسلمين أفسدتهم ، أو كدت أن تفسدهم

Sungguh Anda jika mencari aib kaum muslimin itu akan merusak mereka. Atau bisa jadi dengan sikap seperti itu Anda dapat merusak mereka. (HR. Abu Dawud dan Ibn Hibban)

Tayangan bus Wallahua.

***

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori
(Alumni Universitas Islam Madinah, Dosen di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Ask Ustadz untuk Android. Unduh sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATURE.

  • AKUN DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. JARINGAN YUASAN YUFID
  • DONASI KONFIRMASI hubungi: 087-738-394-989

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here