menikah mudaMengapa?
menikah muda? Ya, ini pilihan. Tapi, jika Anda siap sejak muda, mengapa menunggu lama untuk menikah. Rentang pernikahan muda berusia 22-25 tahun. Biasanya 22 tahun lulus dari perguruan tinggi. Jika Anda mempersiapkan diri dengan baik di perguruan tinggi, insya Allah, Anda siap menikah. Jika Anda belum siap pada usia 22 tahun, Anda mungkin berusia 23-25 ​​tahun. Karena, Nabi Muhammad SAW, menikah pada usia 25 tahun. Baca artikel lain: Hukum Menikah Muda.

Banyak keuntungan menikah muda. Tapi, tentu saja, dengan catatan yang relevan sudah mempersiapkan diri dengan baik. Beberapa keuntungan menikah dengan mudah meliputi;

Pertama, ikatan cinta suami-istri akan semakin kuat karena mereka berdua mulai dari awal. Dari hal yang sama tidak memiliki apa pun dan siapa pun. Rasanya akan berbeda dengan orang yang menikah ketika sudah mapan. Ketika Anda memiliki segalanya. Tidak ada rasa perjuangan sejak awal tidak diperoleh. Mereka yang menikah ketika sudah mapan tidak akan merasakan pasang surut perjuangan bersama untuk mengatur masa depan. Ketika Anda tidak punya uang karena PHK atau bisnis yang dirintis bangkrut, di situlah rasanya sekali perjuangan dengan pasangan bangkit untuk akhirnya mencapai kesuksesan. Mengingat perjuangan zaman itu, kita harus merajut ikatan yang lebih kuat antara suami dan istri.

Kedua, punya waktu lebih awal untuk bertarung bersama untuk mengatur masa depan. Orang yang menikah terlambat tentu saja waktu mereka untuk berjuang mengelola masa depan berkurang. Dalam hal ini, memang ada banyak orang yang menurut kami salah paham. Mereka memilih menunda pernikahan dengan alasan belum menikah, jadi tunggu sampai menikah dulu. Faktanya, logikanya terbalik. Menurut pendapat saya, menikah dulu, Insya Allah, akan mapan (juga baca tulisan lain: No Marriage Before Success)

"Dan kawinlah dengan mereka yang masih lajang di antara kamu dan mereka yang layak (menikah) dari hamba-hambamu, hamba-hambamu laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi mereka kemampuan dengan karunia-Nya. Dan Allah adalah Mahaluas (karunia-Nya) ), Maha Tahu. "(Surat an-Nur: 32)

Ketiga, memiliki waktu lebih awal untuk memiliki keturunan. Belum tentu tahu kapan Anda menikah segera diberkati dengan anak-anak. Beberapa harus menunggu tiga, empat, lima, bahkan sepuluh tahun. Teman kita harus menunggu sepuluh tahun untuk diberkati dengan anak-anak. Dengan menikah muda, Anda sudah cukup ruang waktu. Alhamdulillah, jika langsung diberkati dengan anak-anak. Artinya, ketika Anda berusia 50 tahun, anak-anak tumbuh dan mandiri. Anda tidak lagi dibebani dengan tanggung jawab terhadap anak-anak. Baca artikel lain: Dampak Pernikahan Dini.

Keempat, lebih mampu menjaga kemurnian dan harga diri. Di era teknologi informasi saat ini, amoralitas semakin merajalela hingga memasuki ruang privat. Ketidaktaatan pada akhirnya keyboard laptop dan keypad ponsel. Paparan amoralitas tentang serangan pornografi menyerang orang-orang muda tanpa ampun. Selain menguatkan iman, salah satu upaya yang bisa menangkal adalah menikah.

Anak-anak muda yang sudah mapan, tetapi menunda menunda-nunda, berpotensi terperangkap dalam amoralitas. Apalagi di zaman sekarang yang godaannya luar biasa. Jangan biarkan itu terjadi. Nikmati sesaat, tetapi doa dan efeknya sangat besar. Jika tidak segera diobati dengan nasuha pertobatan, efeknya bisa mencapai akhirat.

Karena itu, jangan menunda pernikahan bagi mereka yang sudah mapan dan siap. Insya Allah, dengan menikah, hidup Anda akan lebih bermakna dan bahagia. Apa pun itu, itu lebih baik daripada dirimu sendiri. Jadi, menikah muda, siapa yang takut ?!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here